Nama gue adalah Muhammad Hadiyan Faza, orang-orang disekitar gue manggil gue dengan Faza, faz, za, bahkan kalau di keluarga gue, gue dipanggil kiyai *dikira ustad*, tapi beneran bro! gue dipanggil kiyai yang sebenarnya dalam bahasa lampung (?) itu sebutan untuk panggilan abang / kakak.
Gue adalah anak pertama di keluarga gue dan baru-baru ini gue lulus dari Universitas Indonesia jurusan Teknik Elektro dari bulan Februari, jadi sudah sebulan dan 28 hari yang lalu. Gue ingat waktu gue masih SMA, gue dengan ambisius memilih PTN di Bandung yaitu ITB dengan prodinya STEI (Elektro dan Informatika) dan FTMD (Mesin dan Dirgantara) saat SNMPTN tahun 2013. Tetapi, gue ingat ada salah satu teman gue yang nilai rapornya jauh lebih tinggi *atau terlalu tinggi gue bilang* dari gue itu juga milih prodi yang sama dengan prodi gue. Setelah gue diskusi dengan bokap nyokap, maka gue ganti dari ITB ke UI dengan prodi yang sama yaitu Elektro di pilihan pertama dan Mesin di pilihan kedua.
Sembari nunggu hasil SNMPTN, gue minggat dari Dumai ke Palembang buat ngikutin kursus bimbel GO selama sebulan sampai hasil SNMPTN keluar. Sebulan kemudian, diumumin hasil SNMPTN kalau gak salah bulan Mei. Begitu dibuka hasil gue, dan guys.. kalau kata tentara "BULLSEYE!" gue langsung keterima di pilihan pertama yaitu jurusan teknik elektro di Universitas Indonesia. Ini adalah kabar baik khususnya buat gue, adik-adik gue, bahkan bokap nyokap gue. karena dulu gue sempat tes Binus yang dimana Binus ini adalah perguruan tinggi swasta, jadi let's say kita bayar lebih mahal dibandingkan dengan UI.
Pada bulan Juni, gue dan keluarga gue berangkat ke Depok untuk daftar ulang biar official gue ini adalah mahasiswa teknik elektro Universitas Indonesia. Selama disana, sembari daftar ulang gue dikenalkan dengan UKM-UKM baik itu di keagamaan, olahraga, seni, bahasa, dan lain-lain. Bahkan ada paguyuban, kurang lebih adalah komunitas yang diperuntukan bagi mahasiswa perantauan, mahasiswa-mahasiswa perantauan ini bervariasi asal-muasalnya, mulai dari bagian barat indonesia hingga bagian timur. Gue asli Riau, otomatis gue masuk ke Ikatan Mahasiswa Riau, sebagai informasi waktu gue masuk ke UI pertama kali sebagian besar yang perantauan Riau berasal dari Pekanbaru, wajar ya namanya juga ibukota provinsi biasanya dominan. Selain yang gue sebutin tadi, gue tes kesehatan khususnya tes buta warna, anak teknik mana boleh buta warna. Setelah itu semua, dimulai kegiatan seminggu yang namanya Orientasi Belajar Mahasiswa.
Orientasi Belajar Mahasiswa ini berlangsung seminggu, kita dikenalkan dengan sistem akademik UI secara general, baik itu istilah CL-PBL, siak-war, SIAKNG, scele, bahkan bagaimana prosedur minjam buku-buku di perpustakaan UI. Disana itu serba digital, jadi perlu adaptasi biar gak kagok kalau pake website-website resmi UI. setelah seminggu gue OBM, kegiatan berikutnya adalah latihan paduan suara. Anak UI mana yang gak kenal sama pak Dibyo? beliau ini adalah dosen FISIP dan dirjen untuk acara wisuda selama lebih dari 30 tahun! first impression gue sama pak Dibyo ini adalah dia mampu "merangkul" maba-mabanya buat fokus / fokus banget biar mereka tahu posisi dianya sebagai apa. yang gue suka dari pak Dibyo ini adalah dedikasinya yang sangat kuat, gimana nggak beliaunya lebih dari 30 tahun jadi dirjen buat wisuda, dan itu selalu memorable banget bro!
Yak! sampai disini dulu blog gue.. yang mau gue ceritakan banyak banget, so stay tuned yes? Bye!
Gue adalah anak pertama di keluarga gue dan baru-baru ini gue lulus dari Universitas Indonesia jurusan Teknik Elektro dari bulan Februari, jadi sudah sebulan dan 28 hari yang lalu. Gue ingat waktu gue masih SMA, gue dengan ambisius memilih PTN di Bandung yaitu ITB dengan prodinya STEI (Elektro dan Informatika) dan FTMD (Mesin dan Dirgantara) saat SNMPTN tahun 2013. Tetapi, gue ingat ada salah satu teman gue yang nilai rapornya jauh lebih tinggi *atau terlalu tinggi gue bilang* dari gue itu juga milih prodi yang sama dengan prodi gue. Setelah gue diskusi dengan bokap nyokap, maka gue ganti dari ITB ke UI dengan prodi yang sama yaitu Elektro di pilihan pertama dan Mesin di pilihan kedua.
![]() |
| Bismillah.. |
Sembari nunggu hasil SNMPTN, gue minggat dari Dumai ke Palembang buat ngikutin kursus bimbel GO selama sebulan sampai hasil SNMPTN keluar. Sebulan kemudian, diumumin hasil SNMPTN kalau gak salah bulan Mei. Begitu dibuka hasil gue, dan guys.. kalau kata tentara "BULLSEYE!" gue langsung keterima di pilihan pertama yaitu jurusan teknik elektro di Universitas Indonesia. Ini adalah kabar baik khususnya buat gue, adik-adik gue, bahkan bokap nyokap gue. karena dulu gue sempat tes Binus yang dimana Binus ini adalah perguruan tinggi swasta, jadi let's say kita bayar lebih mahal dibandingkan dengan UI.
Pada bulan Juni, gue dan keluarga gue berangkat ke Depok untuk daftar ulang biar official gue ini adalah mahasiswa teknik elektro Universitas Indonesia. Selama disana, sembari daftar ulang gue dikenalkan dengan UKM-UKM baik itu di keagamaan, olahraga, seni, bahasa, dan lain-lain. Bahkan ada paguyuban, kurang lebih adalah komunitas yang diperuntukan bagi mahasiswa perantauan, mahasiswa-mahasiswa perantauan ini bervariasi asal-muasalnya, mulai dari bagian barat indonesia hingga bagian timur. Gue asli Riau, otomatis gue masuk ke Ikatan Mahasiswa Riau, sebagai informasi waktu gue masuk ke UI pertama kali sebagian besar yang perantauan Riau berasal dari Pekanbaru, wajar ya namanya juga ibukota provinsi biasanya dominan. Selain yang gue sebutin tadi, gue tes kesehatan khususnya tes buta warna, anak teknik mana boleh buta warna. Setelah itu semua, dimulai kegiatan seminggu yang namanya Orientasi Belajar Mahasiswa.
Orientasi Belajar Mahasiswa ini berlangsung seminggu, kita dikenalkan dengan sistem akademik UI secara general, baik itu istilah CL-PBL, siak-war, SIAKNG, scele, bahkan bagaimana prosedur minjam buku-buku di perpustakaan UI. Disana itu serba digital, jadi perlu adaptasi biar gak kagok kalau pake website-website resmi UI. setelah seminggu gue OBM, kegiatan berikutnya adalah latihan paduan suara. Anak UI mana yang gak kenal sama pak Dibyo? beliau ini adalah dosen FISIP dan dirjen untuk acara wisuda selama lebih dari 30 tahun! first impression gue sama pak Dibyo ini adalah dia mampu "merangkul" maba-mabanya buat fokus / fokus banget biar mereka tahu posisi dianya sebagai apa. yang gue suka dari pak Dibyo ini adalah dedikasinya yang sangat kuat, gimana nggak beliaunya lebih dari 30 tahun jadi dirjen buat wisuda, dan itu selalu memorable banget bro!
Yak! sampai disini dulu blog gue.. yang mau gue ceritakan banyak banget, so stay tuned yes? Bye!

Comments
Post a Comment